Kali ini saya akan berbagi sedikit pengalaman saya bagaimana cara untuk menuju Kawah Ijen Yang terletak di kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Daya tarik utama dari gunung ini adalah Api Biru yang konon katanya hanya ada dua di dunia , yakni di Iceland dan di Kawah ijen banyuwangi.
Transportasi
![]() |
| contoh mobil yang saya pakai |
![]() |
| Contoh armada travel ambil dari google |
Kalau mau murah naik ekonomi saja 56rb jarak tempuh sekitar 7 jam , kalau mau lebih cepat tapi agak terjankau ya naik saja kelas bisnis lebih cepet 1 jam saja, biasanya 6 Jam
Penginapan
![]() |
| sumber gambar : traveloka.com |
![]() |
| sumber gambar : traveloka.com |
Memulai Pendakian
| Paltuding Pagi Hari (foto malem ga sempet) |
Sebelaum memulai pendakian sebaiknya sewa masker di Paltuding atau bisa juga di puncak, harga sewa rata-rata Rp 25.000,- kalau sewa banyak bisa tawar menawar lah sedikit. Inga safety first ya.
Oke setelah peraltan siap pendakian pun dimulai, jangan lupa buang air kecil atau buang air besar sebelum ke atas ya , karena di Atas tidak ada toilet. Jalur pendakian yang kita tempuh kurang lebih sepanjang 3km tidak cukup panjang tapi cukup menantang lah ya dengan tanjakan yang lumayan menguras tenaga..eh tapi jangan khawatir kalau tidak kuat bisa sewa ojek gerobak kok.
| Contoh Gerobak yang dipakai |
para penambang disini semenjak 2015 kemarin sudah mulai menyewakan gerobak yang mereka pakai untuk mengangkut belerang. Saya sempat bertanya sih tarifnya kalau dari pintu masuk dan sampe puncak biayanya berkisar Rp 800.000,– sampai Rp 1.000.000,- cukup lumayan lah ya harganya , ya karena mereka membagi hasilnya untuk 2-3 orang, karena dari atas perlu 2-3 orang untuk menarik orang sampai ke atas dengan gerobak tersebut.
| Penambang Naik turun Kawah |
Bagi saya aya agak disayangkan sih sekarang penggunaan gerobak karena sedikit menghilangkan ciri khas dari penambang Kawah Ijen, Dulu para penambang terkenal dengan istilah punuk untanya, karena setiap penambang di kawah ijen pasti memiliki benjolan di pundaknya yang bentuknya seperti punuk Unta , sekarang masih ada sih punuknya tapi eksotisme penambang saat mengangkut belerang mmenjadi sedikit berkurang. Ya disisi lain mereka jadi terbantu dan termudahkan membawa naik turun hasil tambang belerang mereka yang beratnya sekali angkut bisa mencai 1 kwintal , gila kan!
| Penambang belerang (Foto tidak fokus maafkan) |
Oke skip intermezeonya, saya mulai pendakian tepat jam 2 dan sampai di puncak tepat pukul 4 dini hari, harusnya bisa lebih cepat tapi ada karena kawan yang sakit jadi mau tidak mau harus naik perlahan lahan. Sesampainya di puncak saya ingin bergegas turun menuju si api biru, tapi feeling sih pendakian ini tidak akan dapat menikmati eloknya si api biru, karena sang fajar sudah mulai menampakkan wujudnya, yak benar saja kamu hanya bisa melihat si api biru dari atas saja, sewaktu turun ke bawah si api biru sudah tak bisa dilihat lagi. Oh ya perjalanan turun ke kawah cukup terjal jadi berhati hatilah, apalagi banyak batu yang tidak stabil dan jalan yang cukup sempit jadi bersabar dan harus extra waspada.
| Blue fire sudah tidak bisa dilihat lagi |
| si Api Biru (foto sumber : By Seshadri.K.S) |
Sedikit tips jika kalian di hampiri oleh asap belerang, jangan panik, tetap diam dan jangan terlalu banyak gerak, dan berusahlah bernefas melalu masker dengan tenang, apabila banyak bergerak maka akan membuang-buang tenaga dan membuat anda cepat Lemas, trust me (di ajarin penambang juga sih saya)
| Turun ke kawah pagi hari |
Beruntungnya saya walupun tidak sempat melihat api biru secara dekat, tapi asap belerang tidak menghampiri saya , jadi bisa sedikti bersantai di kawah dan mengambil beberapa foto dengan tenang. Oh ya penambang disini suka ngobrol dan sangat suka jika di beri Rokok, jadi jika kalian berkenan beli saja rokok sebelum mulai pendakian dan berikan kepada penambang yang lewat, saya sering melakukannya walaupun tidak merokok.
Oke skip skip setelah puas berfoto di kawah dan di puncak gunung kami memutuskan untuk kembali turun ke Paltuding, oh ya kalau ga kuat ada Ojek juga dari Atas menuju pos pendakian awal dengan harga yang lebih murah sekitar Rp 250.000,-
| Sewa Ojek Turun |
Sesampainya kembali di Paltuding sempatklah rehat sejenak minum kopi atau teh dan menikmati sepiring indomi atau soto ayam yang luar biasa sedapanya (Kalau sudah capek mah apa aja enak) , harga makanan disini tidak terlalu menguras kantong kok, harganya bagi saya cukup wajar, Rp 10.000,- untuk semangkok soto dan Rp 3.000,- untuk segelas teh.
Saya rasa sudah saya jabarkan semua, apabila ada pertanyaan silahkan tinggalkan pesan. Selamat Jalan-Jalan
Total Biaya :
– nyebrang Gilimanuk-ketapang-Gilimanuk = Rp 276.000,-
– Penginapan = Rp 276.000,-
Feel free to ask , silahkan tinggalkan komen ya 😀



