Kuliner di Bali
Kumpuluan Kuliner atau Makanan halaln maupun non Halan yang ada di Bali
Click Here
Tempat Wisata
Beberapa tempat wisata yang pernah saya kunjungi
Click Here

Cara Menuju Kawah Ijen – Banyuwangi

Lokasi

Lokasi Gmaps

Harga

15k++

Jam Buka

-

Hari Buka

Spread the love

Kali ini saya akan berbagi sedikit pengalaman saya bagaimana cara untuk menuju Kawah Ijen Yang terletak di kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

Daya tarik utama dari gunung ini adalah Api Biru yang konon katanya hanya ada dua di dunia , yakni di Iceland dan di Kawah ijen banyuwangi.

Transportasi

Saya berangkat dari Denpasar Bali, kalau dari Denpasar cara termudah untuk menuju kesana dan termurah apabila kita lebih dari satu orang ya menggunakan kendaraan pribadi , mobil keluarga seperti avanza, xenia, sirion atau sejenisnya lah.
contoh mobil yang saya pakai
Biaya penyebrangan Gilimanuk-Ketapang Rp 138.000.- begitu pula sebaliknya dari Ketapang menuju Gilimanuk. apabila rombongan berlima biaya ini sangat bisa ditekan, andaikan saja 5 orang dalam satu mobil jadi Anda bisa membagi Rp 276.000,- dibagi 5 jadi per orang berikisar Rp 55.200,-. Oh ya di penyebrangan di hitung per mobil ya, mau berapapun orang di dalam mobil tetap akan dihitung Rp 138.000,-
Contoh armada travel ambil dari google
Alternatif lainnya adalah naik travel atau bus, jujur saja saya belum pernah naik travel atau bus menuju banyuwangi, tapi kemarin sempat saya browsing hrga travel menuju banyuwangi itu sekita Rp. 125.000,- untuk satu kali perjalanan. Tapi sesampainya penginapan di Banyuwangi Kalian harus sewa motor lagi dengan kisaran harga Rp 60.000,- per harinya, salah satu web yang bisa untuk sewa motor disini http://www.tripolitour.com/ (Saya bukan promosi loh ya, tapi itu salah satu contohnya yang rekomended dari Forum.
Jika tidak berangkat dari Bali, mungkin berangkat dari Surabaya atau Jogja alternatif lainnya selain bus dan travel adalah naik kereta. Harga naik kerta tidak terlalu mahal untuk yang kelas ekonomi kereta dari Surabay di bandrol dengan harga Rp 56.000,-  kalau kelas Bisinis dan Eksekutif hampir sama dengan harga naik Bus dari bali sih kisaran Rp 150.000,- sampai Rp 200.000,-. 
Nah kalau naik kereta bisa turun di stasiun Banyuwangi Baru atau Stasiun Karangasem. Kalau mau dekat sih saran saya turun di Staisun Karang Asem saja, tujuan akhir kereta menuju stasiun Banyuwangi Baru.
Dimana cari tiket kereta? Nah kalau ini gampang , kalian  bisa cari di situs pegipegi.com atau tiket.com

Kalau mau murah naik ekonomi saja 56rb jarak tempuh sekitar 7 jam , kalau mau lebih cepat tapi agak terjankau ya naik saja kelas bisnis lebih cepet 1 jam saja, biasanya 6 Jam

Nah kalau naik kereta dan butuh Mobil Sewaan yang siap jemput di stasiun saya ada referensi nih swa mobil sebenarnya di Kalibaru sih tapi Bapaknya mau antar ke stasiun Banyuwangi Baru atau Stasiun lainnya dengan biaya tambahan tepatnya, pengalaman teman saya kemarin biaya sewanya adalah Rp 400.000,– plus biaya antarnya, cukup murah jika kalian rombongan 5-6 orang, dan ini satu satunya Rental Mobil yang bisa lepas kunci (bisa setir sendiri) di Banyuwangi. Oh ya ini kontaknya Pak anwar +62 812 49954402 silahkan tawar menwar sendiri ya.
 

Penginapan

Nahs selanjutnya setelah tranposrtasi sudah beres selanjutnya adalah tempat menginap. Tanggal 18 November kemarin adalah untuk pertama kalinya saya menginap di Banyuwangi, biasanya sih Berangkat Jumat malem, naik sabtu dini hari  , sabtu pagi sudah balik lagi ke Bali, kali ini saya mencoba untuk menginap dan mencari penginapan di sekitar kota banyuwangi. Pilihan saya tertuju pada Kos Djangkrik, ya bisa dibilang Guest House sih sebenarnya tapi ini aslinya adalah Kos-kosan yang bisa di sewakan harian.
sumber gambar : traveloka.com
Fasiilitasnya cukup lengkap ada AC , TV, Air panas dll. Cuma disini tidak disiapkan sarapan karena ini adalah kos-kosan. Biaya menginapnya Rp 200.000.- Harga telepon langsung kesana, kalau harga traveloka Rp 230.000.-. Kontak personnya 0823-3177-6871.
sumber gambar : traveloka.com

 

Sebenarnya banyak hotel atau guest house yang lebih murah dari Djangkrik GH ini, di sekitar Stasiun Karangasem ada banyak Gueest House murah, salah satunya Karang Asem Inn, review di tripadvisor dan booking.com tinggi , mungkin bisa di coba,  Harganya sama Rp 200.000,- tapi  dapat sarapan kalau tidak salah, bsia dicek disini.

Memulai Pendakian

Biasanya jalur pendakian Gunung Ijen dari Paltuding dibuka sekitar jam 1.30 WIB atau jam 2.00 WIB jadi perkiran sendiri dari penginapan kalian berangkat jam berapa, dari Kota banyuwangi kira kira butuh 45-1 Jam menuju Pos awal pendakian yakni Paltuding. Idealnya sih berangkat saja jam jam 00.00 dari penginapan sesampainya di Paltuding kalian juga masih bisa istirahat.

Paltuding Pagi Hari (foto malem ga sempet)

 

Biaya Pendakian per orang Rp 7.500,- (pada hari libur) kalau tidak hari libur sepertinya Rp 5.000,- (tapi kurang tau juga sih). Parkir mobil Rp 10.000,- semua dibayar di Loket pembayaran.
Oh ya agar dapat menikmati indahnyya si Api Biru anda harus sampai puncak sebelum jam 4.30 WIB , lewat dari jam itu biasanya sudah ada matahari dan si Api Biru sudah tidak bisa dilihat lagi. Hal lain yang lebih penting , jika anda ingin Turun ke kawah melihat si api biru INGAT SEWA MASKER YA MURAH AJA KOK CUMA Rp. 25.000,- (bukan promosi tapi demi keselamatan) daripada nyawa anda yang jadi taruhannya.

Sebelaum memulai pendakian sebaiknya sewa masker di Paltuding atau bisa juga di puncak, harga sewa rata-rata Rp 25.000,- kalau sewa banyak  bisa tawar menawar lah sedikit. Inga safety first ya.

Oke setelah peraltan siap pendakian pun dimulai, jangan lupa buang air kecil atau buang air besar sebelum ke atas ya , karena di Atas tidak ada toilet. Jalur pendakian yang kita tempuh kurang lebih sepanjang 3km tidak cukup panjang tapi cukup menantang lah ya dengan tanjakan yang lumayan menguras tenaga..eh tapi jangan khawatir kalau tidak kuat bisa sewa ojek gerobak kok.

Contoh Gerobak yang dipakai

para penambang disini semenjak 2015 kemarin sudah mulai menyewakan gerobak yang mereka pakai untuk mengangkut belerang. Saya sempat bertanya sih tarifnya kalau dari pintu masuk dan sampe puncak biayanya berkisar Rp 800.000,– sampai Rp 1.000.000,-  cukup lumayan lah ya harganya , ya karena mereka membagi hasilnya untuk 2-3 orang, karena dari atas perlu 2-3 orang untuk menarik orang sampai ke atas dengan gerobak tersebut.

Penambang Naik turun Kawah

Bagi saya aya agak disayangkan sih sekarang penggunaan gerobak karena sedikit menghilangkan ciri khas dari penambang Kawah Ijen, Dulu para penambang terkenal dengan istilah punuk untanya, karena setiap penambang di kawah ijen pasti memiliki benjolan di pundaknya yang bentuknya seperti punuk Unta , sekarang masih ada sih punuknya tapi eksotisme penambang saat mengangkut belerang mmenjadi sedikit berkurang. Ya disisi lain mereka jadi terbantu dan termudahkan membawa naik turun hasil tambang belerang mereka yang beratnya sekali angkut bisa mencai 1 kwintal , gila kan!

Penambang belerang (Foto tidak fokus maafkan)

Oke skip intermezeonya, saya mulai pendakian tepat jam 2 dan sampai di puncak tepat pukul 4 dini hari, harusnya bisa lebih cepat tapi ada karena kawan yang sakit jadi mau tidak mau harus naik perlahan lahan. Sesampainya di puncak saya ingin bergegas turun menuju si api biru, tapi feeling sih pendakian ini tidak akan dapat menikmati eloknya si api biru, karena sang fajar sudah mulai menampakkan wujudnya, yak benar saja kamu hanya bisa melihat si api biru dari atas saja, sewaktu turun ke bawah si api biru sudah tak bisa dilihat lagi. Oh ya perjalanan turun ke kawah cukup terjal jadi berhati hatilah, apalagi banyak batu yang tidak stabil dan jalan yang cukup sempit jadi bersabar dan harus extra waspada.

Blue fire sudah tidak bisa dilihat lagi

 

si Api Biru (foto sumber : By Seshadri.K.S)

 

Sedikit tips jika kalian di hampiri oleh asap belerang, jangan panik, tetap diam dan jangan terlalu banyak gerak, dan berusahlah bernefas melalu masker dengan tenang, apabila banyak bergerak maka akan membuang-buang tenaga dan membuat anda cepat Lemas, trust me (di ajarin penambang juga sih saya)

Turun ke kawah pagi hari

Beruntungnya saya walupun tidak sempat melihat api biru secara dekat, tapi asap belerang tidak menghampiri saya , jadi bisa sedikti bersantai di kawah dan mengambil beberapa foto dengan tenang.  Oh ya penambang disini suka ngobrol dan sangat suka jika di beri Rokok, jadi jika kalian berkenan beli saja rokok sebelum mulai pendakian dan berikan kepada penambang yang lewat, saya sering melakukannya walaupun tidak merokok.

Oke skip skip setelah puas berfoto di kawah dan di puncak gunung kami memutuskan untuk kembali turun ke Paltuding, oh ya kalau ga kuat ada Ojek juga dari Atas menuju pos pendakian awal dengan harga yang lebih murah sekitar Rp 250.000,- 

Sewa Ojek Turun


Sesampainya kembali di Paltuding sempatklah rehat sejenak minum kopi atau teh dan menikmati sepiring indomi atau soto ayam yang luar biasa sedapanya (Kalau sudah capek mah apa aja enak) , harga makanan disini tidak terlalu menguras kantong kok, harganya bagi saya cukup wajar, Rp 10.000,- untuk semangkok soto dan Rp 3.000,- untuk segelas teh. 



Saya rasa sudah saya jabarkan semua, apabila ada pertanyaan silahkan tinggalkan pesan. Selamat Jalan-Jalan

Total Biaya :
– nyebrang Gilimanuk-ketapang-Gilimanuk = Rp 276.000,- 
– Penginapan = Rp 276.000,- 

– Sewa Masker = Rp 25.000.-
– Tiket masuk = Rp 7.500,-
– Parkir mobil = Rp 10.000,-

Feel free to ask , silahkan tinggalkan komen ya 😀

Menu

Lokasi

Leave a Comment